20 April 2019

Pertama, ulasan dari peristiwa pada minggu lalu:

  • EUR/USD. Sebagian besar dari para ahli (65%) berharap pasangan akan turun. Prakiraan ini didukung oleh sinyal dari sepertiga osilator yang mengindikasikan bahwa pasangan telah jenuh beli atau overbought. Semua hal ini terjadi, dimana amplitudo fluktuasi mingguan sekitar 100 poin, dan titik rendah ditetapkan pada 1.1225.
    Mungkin jatuhnya euro pada hari Kamis, 18 April, tidak akan sekuat itu jika bukan karena minggu kerja pendek sebelum hari raya Paskah bagi umat Katolik, ketika banyak bank dan bursa ditutup pada hari Jumat Agung. Alasan utama kejatuhan adalah data pasar yang mengecewakan pada aktivitas bisnis di Zona Euro dan data ramah dolar pada penjualan ritel di Amerika Serikat.
    Pada Jumat malam, mata uang Eropa, bagaimanapun, berhasil memenangkan kembali beberapa kerugian, dan pasangan menyelesaikan minggu ini di 1.1240;
  • GBP/USD. Pasangan ini menunjukkan amplitudo yang sedikit lebih besar - 140 poin. Pada saat yang sama, para ahli mengindikasikan titik rendah yang tepat dimana pasangan harus tenggelam. Sebenarnya, dengan perkiraan di 1.2985, pasangan ini merasakan bagian bawah di horison 1.2978 - di dalam zona support atau dukungan, yang telah gagal mencoba menerobos selama dua bulan lamanya;
  • USD/JPY. Beberapa ahli mengharapkan pertumbuhan pasangan ini, beberapa mengira pasangan akan jatuh. Namun, fluktuasi dengan kisaran maksimum 40 poin hampir tidak dapat dikaitkan dengan tren bullish atau bearish. Sepanjang minggu, kami dapat mengamati tren sideways klasik, yang dimulai pada 112.00 dan berakhir pada 111.92;
  • Mata uang Crypto. Seperti yang telah dikatakan berulang kali, pergerakan mata uang digital sebagian besar dimotivasi oleh latar belakang berita, yang minggu ini sedikit positif. "Guru" yang terlibat dalam bisnis crypto terus mengulangi mantra kebangkitan Bitcoin yang akan segera terjadi. Sebagai contoh, Tom Lee, seorang mantan analis keuangan di JPMorgan, dan sekarang adalah salah satu pendiri Fundstrat Global Advisors, mengatakan bahwa mengingat keberhasilan mata uang crypto pertama musim semi ini, nilai tukar Bitcoin terhadap dolar akan menunjukkan pertumbuhan sepanjang tahun dan mencapai $10.000 pada akhirnya. Dan menurut kepala pertukaran BitMEX, Arthur Hayes, hanya dalam beberapa tahun kita akan melihat harga BTC/USD sekitar $50.000. Berita positif utama minggu ini, menurut pendapat kami, adalah pesan bahwa Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) bersama-sama meluncurkan mata uang crypto internal. Sejauh ini, hanya untuk keperluan pendidikan karyawan mereka. Tetapi seperti yang mereka katakan, langkah pertama adalah yang paling sulit.
    Adapun perkiraan kami, hamper semua menjadi kenyataan 100%, dimana mata uang crypto standar tetap berada di kisaran $4.975-5.370, menambahkan sekitar 3,5% selama seminggu. Ethereum (ETH/USD) dan Litecoin ((LTC/USD) menunjukkan peningkatan sekitar 4%, tetapi pertumbuhan Ripple (XRP/USD) kurang dari 2%.

 

Adapun perkiraan untuk minggu yang akan datang, merangkum pendapat sejumlah analis, serta perkiraan yang dibuat atas dasar berbagai metode analisis teknis dan grafis, kami dapat mengatakan sebagai berikut: 

  • EUR/USD. Ekonomi dunia bergerak menuju resesi, dan banyak di Eropa tergantung pada seberapa baik para pemimpin Uni Eropa dapat menahan tren negatif. Ini bukan hanya tentang bagaimana situasi politik akan berkembang di negara-negara UE, dan tidak hanya tentang bagaimana ECB akan berperilaku dalam upaya menstabilkan situasi ekonomi di kawasan euro, tetapi juga tentang bagaimana, misalnya, AS-Cina negosiasi perdagangan akan berakhir dan bagaimana sikap Presiden Trump setelah itu. Banyak analis percaya bahwa hari ini, Eropa dipersiapkan untuk resesi ekonomi global dan serangan eksternal yang lebih buruk daripada blok ekonomi lainnya.
    Minggu lalu membawa euro kembali dalam saluran ke bawah 15-minggu. Dan sebanyak 70% dari para ahli, didukung oleh analisis grafis pada H4, percaya bahwa mata uang Eropa akan terus menyerah pada posisinya, jatuh ke zona terendah 2019 - 1.1175-1.1185. Hanya 30% analis yang berharap pasangan akan dapat kembali ke 1.1325. Pada saat yang sama, perhatian harus diberikan pada data PDB AS, yang akan diterbitkan pada hari Jumat, 26 April. Menurut perkiraan, pertumbuhan PDB hanya akan 1,8%, yang secara signifikan lebih rendah dari nilai sebelumnya yaitu 2,2%. Jika prediksi ini ternyata benar, bull atau pasar naik dapat memindahkan pasangan ke target berikutnya di ketinggian 1.1420;
  • GBP/USD. Pasangan ini menyelesaikan periode lima hari sebelumnya di zona support 1.2975, yang telah berusaha untuk diterobos selama delapan minggu. Sebagian besar ahli (75%) percaya bahwa pasangan akan berhasil dan akan dapat turun ke zona 1.2770-1.2830. Namun, beberapa analis berharap bahwa di tengah retorika dovish ECB dan Federal Reserve AS, Bank of England akan tetap memutuskan untuk menaikkan suku bunga. Seseorang dapat menambahkan dalam hal ini, euforia yang masih persisten yang disebabkan oleh keterlambatan Brexit. Jika digabungkan, faktor-faktor ini membiarkan bulls atau pasar naik berharap pasangan untuk kembali di atas angka 1.3100. Level resistensi terdekat adalah 1.3130 dan 1.3200. Hanya sektiar 25% analis yang setuju bahwa ini akan terjadi minggu depan. Tetapi dalam transisi ke perkiraan bulanan, sebanyak 60% dari para ahli dan analisis grafis di D1 mengambil sisi dengan bulls atau pasar naik. Sedangkan untuk pembacaan osilator, sebanyak 15% dari mereka menandakan bahwa pasangan tersebut oversold atau jenuh jual, yang berarti, jika bukan pembalikan lengkap tren, maka setidaknya koreksi cepat dari pasangan ke atas;

  • USD/JPY. Kami mengharapkan keputusan suku bunga Bank Jepang dan konferensi pers mengenai kebijakan moneter Bank ini pada hari Kamis, 25 April. Namun, kedua peristiwa ini tidak mungkin memberikan kejutan. Tren samping dari pasangan ini juga tidak kondusif untuk akurasi perkiraan. Itulah sebabnya pendapat analis tentang perilakunya dalam lima hari ke depan telah terbagi hampir menjadi sama, dimana sepertiga untuk pertumbuhannya, sepertiga untuk kejatuhannya, dan sepertiga untuk kelanjutan dari gerakan lateral. Namun, dalam jangka panjang, sebanyak 65% dari para ahli, didukung oleh analisis grafis pada D1, memilih pasangan untuk jatuh. Sekitar 25% dari osilator juga memberikan sinyal bahwa pasangan overbought atau jenuh beli. Saat ini, pasangan ini masih dalam zona pembalikan dekat batas atas dari saluran jangka menengah 109.70-112.15, dan, dalam hal pergerakan ke bawah, target untuk pasangan akan menjadi level support 110.85, 110.35 dan batas bawah saluran 109.70.
    Jika dolar terus tumbuh terhadap mata uang Jepang, maka tugas terdekatnya adalah untuk berkonsolidasi di zona 112.20-113. 25 Resistensi berikutnya adalah di 113.70;
  • Mata uang crypto. Meskipun latar belakang berita kurang lebih positif, sebanyak 65% dari para ahli tetap pesimis, memercayai bahwa dalam waktu dekat pasangan BTC/USD tidak akan mampu menembus resistensi $5.500. Selain itu, menurut perkiraan mereka, pasar turun atau bears akan memiliki keunggulan tertentu di pasar ini, menekan pasangan untuk ke titik dukungan $4.600. Namun, selama transisi ke perkiraan jangka menengah, penyelarasan kekuatan berubah menjadi kebalikannya, dan di sini sudah sebanyak 60% analis percaya bahwa kutipan Bitcoin pada $5.750-5.800 adalah realistis.

 

Roman Butko, NordFX

 

Pemberitahuan/Catatan: Bahan-bahan diatas tidak dapat dianggap sebagai rekomendasi untuk investasi atau panduan untuk bekerja di pasar keuangan, bahan diatas hanya untuk tujuan informatif saja. Perdagangan di pasar keuangan berisiko tinggi dan dapat menyebabkan hilangnya uang yang didepositkan secara keseluruhan.


« Analisis pasar dan berita
Menerima
Pelatihan
Baru terhadap pasar? Gunakan bagian "Memulai".
Mulai Perdagangan
Ikuti kami